Posts

Waktunya Mourinho Bayar Kesabaran Fans MU

Mengawali musim dengan gagah, lalu limbung ketika musim memasuki tengah-tengah, itulah gambaran kiprah Manchester United di kompetisi liga Primer Inggris 2016/2017. Tanpa melupakan kebesaran mereka di masa lampau, MU yang sekarang tidak ubahnya tim semenjana. Lupakan rekor tak terkalahkan selma 17 laga di liga (setidaknya sampai tulisan ini dibuat), bercokol di bawah tim medioker semacam Tottenham dan Liverpool jelas bukan sesuatu yang membanggakan. Apalagi melihat si pembesut adalah pelatih paling angkuh sedunia, Jose Mourinho. Harapan mengembang di tiga kejuaraan lain: Liga Europa, Piala FA, dan Piala Liga. Secara berturut-turut ketiganya adalah turnamen yang gengsinya tidak sepadan, namun akan tetap membanggakan mengingat United masih dalam pacuan untuk memperebutkan posisi empat besar di liga. Untuk kejuaraan yang disebut terakhir, Minggu (26/2) malam nanti akan menjadi ajang pertama Mourinho unjuk kemampuannya melatih United. Reputasinya juara di empat liga berbeda akan semakin ...

Menantikan Kontroversi Si Emas Zlatan Ibrahimovic

Zlatan, nama yang dalam bahasa Slavia berarti emas. Bisa jadi kata ini dijadikan doa oleh Sefik ibrahimovic ketika sang istri, Jurka, melahirkan anak ketiganya. Keduanya kebetulan pula sama-sama berdarah Slavia, sehingga tidak kesulitan menyamakan visi mengenai nama si jabang bayi. Tumbuh di lingkungan keras Malmo bersama ribuan imigran lain, putra Sefik dan Jurka ini memang benar-benar ditempa sebelum mencapai masa keemasan dalam hidupnya, menjadi pesepakbola hebat. Tidak hanya hebat, Zlatan Ibrahimovic adalah nama spesial sekaligus sebuah kontroversi. Posturnya tinggi besar, dan pernah ia sebut pantas menggantikan posisi Menara eiffel di Paris. Tambahkan pula butir lain, arogansi yang berkarisma, yang tidak dimiliki oleh pemain besar kepala macam Mario Balotelli. Balo memang biang kerok, namun ia selalu gagal mempesonakan karena sikapnya yang tidak profesional dan kualitas permainannya yang naik turun. Sementara Zlatan adalah tua-tua keladi, maki tua makin jadi. Prestasi individu d...

Wah, Blink 182 jiplak Base jam!!

Image
Kisruh jiplak menjiplak yang melibatkan biduan kebanggaan generasi 90an (alm) Nike Ardilla dan penyanyi Amrik Katy Perrry hingga kini masih hangat dibicarakan. Meskipun isyu plagiarisme bukanlah hal baru dalam blantika musik Indonesia, tapi yang satu ini memang memantik kontroversi. Alasannya, jika biasanya artis sini yang menjiplak karya musisi asing, tapi kasus Nike vs Katy ini berkebalikan. Lagu Katy berjudul Dark Horse mirip (emang mirip, sih, intronya :D) sama lagunya Nike, Tinggallah Ku Sendiri, nah lo.. Perbandingan antara Nike dan Katy. You judge! Hmm.. sebagai pecinta musik, sepertinya aku perlu angkat bicara (dzik!). Tapi setidaknya aku punya argumen, yang bisa dijadikan patokan bahwa tak selamanya musisi lokal itu cuma bisa meniru. Pernah dengar lagunya Blink 182 yang 'I Miss You'? Ouch, lagu itu mirip banget sama 'Rindu' punya almarhum Base Jam. Dari tema lagu sampai aransemen musiknya sebelas duabelas. Sila cek di sini serta yang ini agar lebih n...

Kalau Mau Kurus, Jangan Jadi Wartawan

Image
Dulu aku punya pikiran, kalau pekerjaan wartawan itu akan membuat seseorang menjadi gemuk, benarkah? hmm.. butuh penelitian lebih lanjut untuk menjawabnya. Sementara aku sendiri berpendapat demikian lantaran selain berdasarkan beberapa pengamatan juga dari pengalaman pribadi. Hah!? hehe.. Sebelum membahas praktik dan teoriku lebih lanjut, ada baiknya aku jelaskan sedikit latar belakang ceritaku. Kira-kira tiga bulan sebelum resmi menjadi wartawan (sekitar Januari 2013), aku sempat jatuh sakit ditiban gejala tipes. Hasil timbangan berkata bobotku 58 kilo. Waktu berjalan, aku lalu bekerja sebagai reporter di Tribun Jateng sejak Maret 2013. Awalnya biasa saja, (cc yuni Shara), namun sejak dalam pikiran aku merasa pekerjaan sebagai wartawan akan lebih banyak di atas motor serta duduk menulis. Aku juga mengamati kaka-kakak redakturku yang sebagian besar laki-laki berusia 30an, mereka berperut buncit, ha! Detik itu juga aku bertekad tidak akan seperti mereka. Sebisa mungk...

Keluar Dari Hibernasi

Image
Akhirnya ngeblog lagi.. Setelah hampir dua tahun tak terjamah, halaman ini aku buka kembali. Dan kini aku kembali bersama ambisi yang selama ini aku kejar. Bertahun-tahun belajar jurnalistik, kini usahaku terbayar lunas, jadi wartawan, heuheu.. Setelah menjamah lagi blog ini, kini tekadku adalah untuk tetap menjamahnya, sesering mungkin. Apalgi kini banyak blogger muda yang sedang asyik-ayiknya menikmati publikasi berkat menjamurnya jejaring sosial. Yupp, berkat twitter dan sebangsanya, kini blogger bisa pamer tulisan mereka dengan harapan ada penerbit atau penulis besar yang mau membayar tenaga mereka. 2009 sampai 2014, apa saja yang aku lakukan? Banyak. Dari merampungkan kuliah, organisasi, pacaran (:p), dan menjalani beragam profesi, sementara karir kewartawananku baru saja dimulai pada Maret 2013 lalu. Separuh mimpiku terwujud, ada mimpi-mimpi lain yang masih aku kejar, antara lain menjadi novelis besar dan petani. Apa? Petani? Ya, kurang lebih begitulah yang ada di otakku, da...

Renungan

Pagi-pag i(29/10) dapat SMS dari teman sekampung. Dia lapor kalo ada tetangga yang bunuh diri semalam. Konon si tetangga itu punya penyakit akut serta beberapa masalah keluarga yang alot.Lemes aja dengernya, mengingat si "Bung" ini lumayan dekat dengan saya. Warung kopi pinggir jalan gara-garanya. Yang lebih bikin lemes, proses 'cabut nyawa'nya lumayan sadis, menabrakkan diri ke arah kereta api yang lagi ngebut (ada gak seh kereta api jalannya pelan? :p) Yay, memang terkadang bunuh diri adalah cara terbaik dan terburuk sekaligus terakhir alias pamungkas. Pikiran saya langsung terbang pada nama Kurt Cobain. Dialah pahlawan saya semasa SMA, tentu bukan karena sisi gelapnya sebagai drug user melainkan karena musiknya yang terlalu mewakili jiwa saya. Kurt mati menembak kepalanya sendiri gara-gara tekanan media sama ketergantungan heroin. Kurt, selayaknya si 'Bung' tetangga saya, mti karena tidak tahan menanggung beban hidup. Pertanyaannya kemudian, sejahat itu...

Tentang Idola

Sabtu siang (23/10) sehabis mandi saya iseng-iseng buka facebook. Salah seorang teman yang bekerja di media nyetatus bahwa majalah Rolling Stone Indonesia (RSI) akan mengadakan workshop tentang bisnis musik di aula SMA N 1 Semarang. Saya otomatis tergopoh-gopoh. Rolling Stone adalah majalah musik kesukaan saya. Jarang sekali ada kesempatan begini. J Sesampainya di sana segera saya mendaftarkan diri. Gratis plus bingkisan berupa majalah RSI edisi November 2009 dengan kover Madonna (lucky me, edisi ini saya ketinggalan, :p). Beberapa menit kemudian acara dibuka oleh Wendi Putranto, staff editor RSI yang juga mantan manajer band The Upstairs. “assalamu’alaikum SMA Satu!!” Salam pembuka Wendi lalu dijawab dengan koor panjang hadirin, “wa’alaikumsalaaam!!!”. Siang itu RSI bekerjasama dengan Yamaha mengadakan pelatihan bisnis musik bagi pelajar SMA, selain Semarang Workshop ini juga didakan di Jogjakarta dan Bandung. Tujuannya tak lain adalah memberikan semacam pedoman bagi para pelajar ya...